- Berita
- 23 Views

Dalam upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang berkualitas, diselenggarakan kegiatan bertajuk **”Ikhtiar Tata Kelola Menuju Kampus Unggul”** yang menghadirkan narasumber **Dr. H. Jamrizal, M.Pd.** Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai strategi pengembangan perguruan tinggi yang unggul, adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam paparannya, Dr. H. Jamrizal, M. Pd menegaskan bahwa tata kelola perguruan tinggi merupakan fondasi utama dalam mewujudkan institusi pendidikan tinggi yang memiliki budaya mutu berkelanjutan. Tata kelola yang baik harus berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, serta komitmen terhadap peningkatan kualitas layanan akademik maupun nonakademik.
Dr. H. Jamrizal, M.Pd. menjelaskan bahwa langkah awal yang harus dilakukan oleh setiap perguruan tinggi adalah melakukan analisis terhadap kondisi institusi saat ini melalui identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan (SWOT). Analisis tersebut menjadi dasar dalam menyusun kebijakan strategis, indikator kinerja, serta arah pengembangan institusi agar mampu meningkatkan daya saing di tengah dinamika pendidikan tinggi.
Selain itu, peningkatan mutu perguruan tinggi harus didukung dengan penerapan benchmarking terhadap praktik-praktik terbaik dari institusi lain. Benchmarking tidak hanya mencakup aspek tata kelola, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia, penelitian, kemahasiswaan, kerja sama, hingga internasionalisasi sebagai upaya mempercepat transformasi kelembagaan.
Pada aspek sumber daya manusia, narasumber menekankan pentingnya pemenuhan rasio dosen dan mahasiswa sesuai standar nasional, peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor dan guru besar, serta penguatan kompetensi melalui pengembangan karier, sertifikasi dosen, sertifikasi profesi, dan peningkatan kemampuan digital. Seluruh upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kinerja dosen harus tercermin melalui keberhasilan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang diukur melalui berbagai indikator, seperti BKD, SINTA, Scopus, dan Google Scholar. Rekognisi dosen di tingkat nasional maupun internasional, seperti menjadi visiting professor, reviewer, editor jurnal, keynote speaker, maupun narasumber ilmiah, juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan reputasi institusi.
Tidak hanya dosen, tenaga kependidikan juga memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi, sertifikasi profesi, pelayanan prima, serta pengembangan karier melalui sistem talent management menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun layanan akademik yang profesional.
Dalam bidang kemahasiswaan, Dr. H. Jamrizal, M. Pd menyampaikan bahwa perguruan tinggi perlu meningkatkan daya tarik program studi melalui penguatan branding, promosi digital, pemberian beasiswa, serta penyelenggaraan program-program unggulan. Selain itu, kualitas layanan akademik, administrasi, perpustakaan, dan layanan digital harus terus ditingkatkan dengan prinsip cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
Pengembangan prestasi mahasiswa juga menjadi perhatian utama melalui dukungan terhadap kegiatan akademik maupun nonakademik, disertai sistem monitoring masa studi dan pendampingan akademik agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Sementara itu, internasionalisasi diwujudkan melalui rekrutmen mahasiswa asing, program pertukaran mahasiswa, double degree, summer course, serta berbagai bentuk kerja sama internasional.Untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja, perguruan tinggi perlu memperkuat Career Center, tracer study, job fair, program magang, jejaring alumni, serta inkubator bisnis sehingga lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi wirausahawan.
Pada aspek akademik, narasumber menegaskan pentingnya penyusunan Scientific Vision sebagai identitas keilmuan program studi yang selaras dengan visi universitas dan perkembangan ilmu pengetahuan. Kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Outcome Based Education (OBE) menjadi pendekatan utama dalam menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja.
Implementasi OBE didukung oleh penyusunan perangkat pembelajaran yang lengkap, mulai dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS), modul, buku ajar, hingga pemanfaatan Learning Management System (LMS). Berbagai inovasi pembelajaran seperti Project Based Learning, Problem Based Learning, Case Method, Hybrid Learning, Microcredential, dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diharapkan mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta soft skills mahasiswa.
Di bidang penelitian, Dr. H. Jamrizal,M.Pd menekankan perlunya arah kebijakan penelitian yang selaras dengan Rencana Strategis (Renstra), Indikator Kinerja Utama (IKU), serta Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian harus memiliki roadmap yang jelas, didukung pendanaan yang transparan dan akuntabel, serta diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan industri, perguruan tinggi, lembaga internasional, maupun masyarakat.Luaran penelitian diarahkan pada peningkatan publikasi ilmiah, hak kekayaan intelektual (HKI), paten, serta peningkatan jumlah sitasi sebagai indikator reputasi akademik perguruan tinggi. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai penutup, narasumber menyampaikan bahwa keberhasilan perguruan tinggi menuju kampus unggul hanya dapat dicapai melalui komitmen seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola, mengembangkan sumber daya manusia, meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian, serta mendorong inovasi secara berkelanjutan. Transformasi menuju kampus unggul bukan sekadar memenuhi standar akreditasi, tetapi merupakan ikhtiar bersama dalam menghasilkan perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan bangsa.
- Uncategorized
- 151 Views
STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi menggelar Wisuda Sarjana ke-IX dan ke-XIII pada Senin, 27 April 2026, di Jambi. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Mengukuhkan Generasi Berdampak, Bersinergi, Berprestasi, dan Menginspirasi.” Sebanyak 17 wisudawan resmi dikukuhkan sebagai lulusan pada periode ini.Ketua STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi dalam sambutannya menyampaikan laporan jumlah wisudawan sekaligus menegaskan bahwa tema wisuda menjadi pijakan penting bagi para lulusan untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Ia juga memohon perhatian lebih dari pemerintah terhadap kampus swasta, khususnya STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi, melalui peningkatan dukungan dan penambahan kuota beasiswa. Hal tersebut dinilai penting guna mendorong minat masyarakat melanjutkan pendidikan tinggi di kampus tersebut.

Sementara itu, Ketua Yayasan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi mengungkapkan rasa bangga atas capaian para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan studi mereka. Ia berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang sesuai dengan tema wisuda, yakni generasi yang berdampak, bersinergi, berprestasi, dan mampu menginspirasi di berbagai bidang.Gubernur Jambi yang diwakili oleh Biro Sumber Daya Manusia turut memberikan apresiasi terhadap peran perguruan tinggi di Provinsi Jambi, termasuk STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pemerintah daerah siap mendorong dan mendukung setiap perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah.
Selain itu, Koordinator Kopertais yang diwakili oleh Sekretaris menyampaikan pentingnya digitalisasi di era modern. Ia menegaskan bahwa Kopertais akan terus mendukung, mensupport, dan membantu seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), termasuk STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi, dalam menghadapi tantangan zaman. Bahkan, pihaknya mendorong agar STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi dapat bertransformasi menjadi institut hingga nantinya berkembang menjadi universitas.Dengan terselenggaranya wisuda ini, diharapkan para lulusan mampu mengemban amanah ilmu pengetahuan yang telah diperoleh serta berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.
- Berita
- 99 Views
JAMBI — Koordinator Kopertais Wilayah XIII Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Dosen Profesional kepada 101 dosen Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah naungan Kopertais Wilayah XIII Jambi dalam kegiatan Pembekalan Dosen Sertifikasi 2025, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Sutha Inn Syariah Jambi tersebut turut dihadiri oleh para Wakil Rektor, pimpinan biro di lingkungan UIN STS Jambi. Turut hadir rektor dan wakil rektor dari berbagai PTS di bawah koordinasi Kopertais Wilayah XIII Jambi.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena jumlah penerima sertifikat dosen profesional tahun ini menjadi yang terbanyak sejak Kopertais Wilayah XIII Jambi berdiri. “Atas nama Koordinator Kopertais Wilayah XIII Jambi saya mengucapkan selamat. Saya merasa bahagia, pada sore hari ini Alhamdulillah sertifikat akan segera kita serahkan.
Bapak ibu penerima sertifikat hari ini adalah yang terbanyak sejak Kopertais Wilayah XIII Jambi berdiri. Selamat dan kita harus bersyukur,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator berkembangnya kualitas sumber daya manusia di lingkungan PTKIS yang berada di bawah pembinaan Kopertais Wilayah XIII Jambi.
Selain itu, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. juga mengungkapkan sejumlah perkembangan positif lainnya yang terjadi di lingkungan PTKIS. Ia menyebutkan bahwa beberapa perguruan tinggi di bawah koordinasi Kopertais Wilayah XIII Jambi kini telah meningkat statusnya menjadi universitas. “Saya juga merasa bahagia karena ada empat kampus di bawah Kopertais Wilayah XIII Jambi yang sudah menjadi universitas,” katanya.

Tidak hanya itu, menurutnya sejumlah PTKIS juga mulai membuka program studi magister sebagai bagian dari peningkatan kualitas akademik. “Yang juga membuat saya bahagia, PTS di bawah naungan Koordinator Kopertais Wilayah XIII Jambi sudah membuka program S2. Saya berharap seluruh PTKIS terus berkembang dan semuanya maju,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan kabar menggembirakan lainnya. Yaitu, akan segera terbitnya Surat Keputusan Guru Besar bagi dua pimpinan perguruan tinggi di lingkungan Kopertais Wilayah XIII Jambi. “Ada dua rektor kita yang sebentar lagi keluar SK Guru Besarnya,” ungkap Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Kita semua tidak ada yang dominan. Tidak ada karena kerja koordinator saja, tidak ada karena kerja rektor saja. Semua tercapai karena kerja tim,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. mengingatkan bahwa sertifikat dosen profesional yang diterima harus diiringi dengan peningkatan kualitas dan kompetensi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
“Setelah bapak ibu menerima SK nanti, bapak ibu sudah menjadi dosen profesional. Profesional itu artinya mampu. Di samping menjadi dosen profesional, kita juga harus mampu mendidik secara kompeten, termasuk kemampuan mengelola kelas,” jelasnya.
Ia juga mendorong para dosen yang masih bergelar magister agar segera melanjutkan studi ke jenjang doktoral guna memperkuat kapasitas akademik dan membuka peluang karier di perguruan tinggi.
“Bapak ibu yang masih S2 dan belum S3, segera lanjutkan kuliah S3. Karena kalau ingin menjadi dekan atau wakil dekan, salah satu syaratnya adalah memiliki gelar doktor,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kopertais Wilayah XIII Jambi, Dr. H. Jamrizal, M.Pd., menegaskan bahwa status dosen profesional harus diiringi dengan peningkatan kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Menjadi dosen profesional tidak hanya dituntut untuk mengajar saja. Ketika bapak ibu sudah mendapatkan sertifikat profesional ini, bapak ibu harus benar-benar tampil berbeda dalam mengajar dibandingkan sebelumnya,” katanya.
Ia juga mengingatkan kewajiban beban kerja dosen bagi penerima sertifikasi profesional, yakni minimal mengajar 12 SKS dan dosen dengan tugas tambahan minimal 6 SKS, serta mendorong peningkatan publikasi ilmiah sesuai dengan jenjang jabatan akademik.Melalui kegiatan ini, diharapkan para dosen yang telah menerima SK dosen profesional dapat semakin meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam, khususnya di wilayah Provinsi Jambi.
Rilis Berita
Ikhtiar Tata Kelola Menuju Kampus Unggul, Dr. H. Jamrizal Paparkan Strategi Membangun Perguruan Tinggi Berdaya Saing
Dalam upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang berkualitas, diselenggarakan kegiatan bertajuk **”Ikhtiar Tata Kelola Menuju Kampus Unggul”** yang menghadirkan narasumber **Dr. H. Jamrizal, M.Pd.**
Ikhtiar Tata Kelola Menuju Kampus Unggul, Dr. H. Jamrizal Paparkan Strategi Membangun Perguruan Tinggi Berdaya Saing
Dalam upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang berkualitas, diselenggarakan kegiatan bertajuk **”Ikhtiar Tata Kelola Menuju Kampus Unggul”** yang menghadirkan narasumber **Dr. H. Jamrizal, M.Pd.** Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai strategi pengembangan perguruan

Kopertais Wilayah XIII Jambi Menghadiri Sidang Senat Terbuka Sarjana ke-IX STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi
STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi menggelar Wisuda Sarjana ke-IX dan ke-XIII pada Senin, 27 April 2026, di Jambi. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Mengukuhkan

Koordinator Kopertais Wilayah XIII Jambi Serahkan SK Dosen Profesional kepada 101 Dosen PTKIS, Terbanyak dalam sejarah Kopertais XIII Jambi
JAMBI — Koordinator Kopertais Wilayah XIII Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Dosen Profesional kepada 101 dosen Perguruan

Penguatan Kendali Mutu PTKIS Dorong Penjaminan Mutu Berkelanjutan
Bungo, 10 Januari 2026 — Sekretaris Kopertais Wilayah XIII, Dr. H. Jamrizal, M.Pd, menegaskan pentingnya penguatan kendali mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dalam